Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menghadiri acara perayaan nasional ke-37 Kemerdekaan Republik Islam Iran pada Selasa malam di Kediaman Duta Besar Iran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Sejak berdirinya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran pada tahun 1950, kedua negara telah lama menikmati banyak manfaat dari hubungan dekat dan kerja sama. Untuk Indonesia, Iran selalu menjadi mitra penting, tidak hanya dalam hubungan bilateral, tetapi juga di forum regional dan internasional. Indonesia akan terus bekerja sama dengan Iran dan negara-negara lain, untuk mempromosikan perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional, maupun global.

“Kami menyadari potensi besar yang ada di kedua negara di berbagai bidang, serta sektor swasta dan komunitas bisnis. Saya percaya bahwa kunjungan kenegaraan memainkan peran penting, untuk lebih memperkuat hubungan bilateral, dengan melihat peluang untuk memperdalam dan memperluas kerjasama bilateral,” ungkap Nasir pada sambutannya, Selasa (9/2/2016).

Nasir menambahkan Indonesia dan Iran bisa meneruskan kerjasama yang lebih produktif di bidang kesehatan dan pengobatan sel punca, energi, bioteknologi, nanoteknologi, teknologi ruang angkasa dan rekayasa pesawat terbang, karena itu semua adalah pendorong kemajuan ekonomi dan kemajuan sosial.

Dalam peringatan tersebut, Duta Besar Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi menyampaikan rasa gembiranya akan pencabutan sanksi internasional dan berlakunya kesepakatan mengenai program nuklir Iran baru-baru ini.

“Negosiasi nuklir Republik Islam Iran dengan 5+1 telah disepakati tahun lalu dan ‘rencana aksi kerjasama komprehensif’ telah dilaksanakan sejak bulan lalu serta semua jenis sanksi telah dicabut,” kata Dubes Valiollah dalam pidatonya.

Semoga dapat terjaga selalu keharmonisan antara Indonesia dengan Iran demi suatu keberhasilan dalam memajukan hubungan bilateral antara kedua negara, dan juga demi Indonesa yang semakin baik. (ard/bkkpristekdikti)

Galeri