Solo – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Inspektorat Jenderal ditandai dengan pemukulan Gong yang berlangsung di Hotel Lorin Solo, Rabu (3/2/2016).

Dalam rapat koordinasi tersebut Menteri Nasir menyampaikan tentang bagaimana mewujudkan pendidikan tinggi bermutu, serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Menteri Nasir mengatakan bahwa Inspektorat Jenderal dalam melakukan pengawasan bertugas menciptakan Good Governance, yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, dan Good University Governance tata kelola universitas yang baik.

Ukuran–ukuran yang harus dilakukan dalam tata kelola pemerintah yang baik ada empat instrumen utama, yaitu transparansi, awareness, accountability, dan responsibility. Empat instrumen tersebut dapat diterapkan pada perguruan tinggi dan satuan kerja utama yang ada di Kemenristekdikti, sehingga bisa berjalan dengan baik.

“Menristekdikti harus dikawal dengan baik agar pencapaian tugas dan fungsi yang telah diamanatkan kepada beliau dapat dilakukan secara efektif dan efisien,” jelas Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho.

Sesuai amanat yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden kepada Kemenristekdikti bersama dengan Akademi Pengetahuan Indonesia, bidang-bidang riset yang harus dikembangkan dengan lebih baik pada bidang pangan dan pertanian.

“Melihat dari sumber alam yang kita miliki dalam bidang pangan dan pertanian seharusnya tidak lagi impor, tetapi pada kenyataanya kita masih impor. Berarti ada sesuatu yang salah dalam pengelolaan negeri ini. Untuk itu tugas–tugas tersebut yang harus dilakukan dan diterapkan,” himbau Menteri Nasir.

Menteri Nasir juga mengungkapkan bahwa telah terlihat adanya peningkatan yang luar biasa pada produktifitas di bidang pangan dan pertanian dari riset–riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi dan LPNK di bawah Kemenristekdikti. Diharapkan segera terlihat peningkatan yang juga luar biasa pada bidang-bidang lainnya, antara lain: bidang kesehatan dan obat-obatan, bidang teknologi informasi dan komunikasi, bidang transportasi, bidang nano teknologi, bidang teknologi pertahanan, dan bidang energi. (wd/bkkpristekdikti)