Enrekang – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir meluncurkan program Pengembangan Industri Perbibitan Sapi Lokal Berbasis Iptek (23/2/2016) di Maiwa Breeding Center, Enrekang Sulawesi Selatan. Program ini dimaksudkan untuk mendorong percepatan hilirisasi hasil-hasil riset dan pengembangan di perguruan tinggi dan lembaga litbang dalam bidang peternakan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dalam kegiatan ini, Menteri Nasir didampingi Dirjen Penguatan Inovasi, Rektor Universitas Hasanuddin, Bupati Enrekang, dan beberapa pejabat daerah mendengarkan paparan Dekan Fakultas peternakan Unhas terkait dengan rencana pengembangan Maiwa Breeding Center sebagai industri peternakan berbasis masyarakat yang difasilitasi oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti.

Maiwa Breeding Centre (MBC) yang berdiri di lahan 250ha telah ditetapkan oleh LIPI sebagai kawasan Techno Park merupakan salah satu pusat perbibitan sapi, salah satunya yakni sapi Bali Pollet (ciri tidak bertanduk). Kelebihan sapi Bali pollet adalah karakter yang lebih tenang, efisiensi pakan yang lebih tinggi dan kualitas daging lebih baik. Selain itu, MBC yang berada di Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kapet Pare-pare yang merupakan sentra pengembangan ternak, memiliki potensi yang bagus untuk tumbuh menjadi pusat perbibitan sapi lokal, untuk memenuhi kebutuhan bibit sapi, baik pada level kabupaten, provinsi maupun untuk pulau Sulawesi.

“Saya berharap Maiwa Breeding Center yang menjadi bagian dari Enrekang Technopark menjadi pusat peternakan sapi lokal di Sulawesi demi mencapai swasembada sapi pada 2018,” harap Menteri Nasir.

Untuk itu, MBC diharapkan dapat berperan sebagai Teaching Industry atau Teaching Farm, yang merupakan merupakan unit usaha perbibitan sapi dan sekaligus sebagai tempat pembelajaran bagi para mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Nasir menyerahkan bibit sperma sexing yg merupakan hasil riset perbaikan genetik sapi lokal oleh LIPI yang difasilitasi oleh Kemenristekdikti dan bekerja sama dgn PT Karya Anugerah Rumpin.

Keberhasilan kerjasama LIPI, Kemenristekdikti, dan PT KAR dalam perbaikan genetik sapi lokal merupakan contoh sukses hasil riset dan pengembangan yang memberikan harapan besar dalam mendukung kemandirian program swasembada daging nasional.

Menteri Nasir yang didampingi Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe, berharap peresmian ini dapat mempercepat hilirisasi hasil-hasil riset dan pengembangan di perguruan tinggi khususnya dan lembaga litbang pada umumnya, agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. (msf/bkkp)